Ternak

Penyebab Gangguan Reproduksi

Gangguan reproduksi pada sapi potong disebabkan oleh

beberapa faktor, diantaranya:

a. Cacat anatomi saluran reproduksi (defek kongenital).

b. Gangguan fungsional.

c. Kesalahaan manajemen.

d. Infeksi organ reproduksi.

 

1.      Retensi Plasenta

Merupakan suatu kondisi selaput fetus menetap lebih lama dari 8 –12 jam di dalam uterus setelah kelahiran  Pada dasarnya retensi plasenta adalah kegagalan pelepasan plasenta anak (vili kotiledon) dan plasenta induk (kryptacaruncula). Penyebabnya adalah infeksi (yang menyebabkan uterus lemah untuk berkontraksi), pakan (kekurangan karotin,vitamin A) dan kurangnya exercise (sapi diumbar) sehingga otot uterus tidak kuat untuk bekontraksi.Penanganan yang dapat dilakukan dengan pelepasan selaput fetus secara manual, pemberian preparat antibiotika spektrum luas (oxytetracyclin, Chlortetracyclin atau Tetracyclin). Pengobatan secara tradisional dapat dilakukan dengan pemberian daun waru dan bambu dengan cara diberikan langsung lewat pakan (Affandhy, 2001).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4.1 retensio sekundinaria

2.      Prolaps Uterus

Merupakan pembalikan uterus, vagina dan servik, menggantung keluar melalui vulva.Penyebabnya adalah hewan selalu dikandangkan, tingginya estrogen, tekanan intra abdominal saat berbaring maupun genetik. Pada keadaan prolaps partial, organ masuk ke saluran reproduksi seperti semula saat berdiri namun bila terjadi secara total maka organ akan tetap menggantung keluar meskipun dalam keadaan berdiri Penanggulangan secara teknis yaitu dengan ditempatkan dikandang dengan kemiringan 5 –15 cm lebih tinggi di bagian belakang. Secara medis dapat dilakukan dengan reposisi ke posisi semula, irigasi (pemasukan dilanjutkan dengan pengeluaran)antiseptik (povidon iodine) dan injeksi dengan antibiotika spectrum luas (oxytetracycline).

 

 

 

 

 

 

 

3.      Distokia

Merupakan suatu kondisi stadium pertama kelahiran (dilatasi cervik) dan kedua (pengeluaran fetus) lebih lama dan menjadi sulit dan tidak mungkin lagi bagi induk untuk

mengeluarkan fetus. Sebab –sebab distokia diantaranya herediter, gizi, tatalaksana, infeksi, traumatik dan berbagai sebab lain. Penanganan yang dapat dilakukan diantaranya: Mutasi, mengembalikan presentasi, posisi dan postur fetus agar normal dengan cara di dorong (eKPSPulsi), diputar (rotasi) dan ditarik (retraksi) Penarikan paksa, apabila uterus lemah dan janin tidak ikut menstimulir perejanan. Pemotongan janin (Fetotomi), apabila presentasi, posisi dan postur janin yang abnormal tidak bisa diatasi dengan mutasi/ penarikan paksa dan keselamatan induk yang diutamakan. Operasi Secar (Sectio Caesaria), merupakan alternatif terakhir apabila semua cara tidak berhasil. Operasi ini dilakukandengan pembedahan perut (laparotomy) dengan alat dan kondisi yang steril.

 

4.      Silent Estrus

Gangguan fungsional dapat juga menjadi sumber kerugian.Silent estrus/subestrus merupakan suatu keadaan dimana gejala birahiyang berlangsung singkat/ pendek (hanya 3- 4 jam) dan disertaiovulasi (pelepasan telur).Birahi tenang merupakan suatu keadaansapi dengan aktifitas ovarium dan adanya ovulasi namun tidakdisertai dengan gejala estrus yang jelas. Penyebab kejadian inidiantaranya: rendahnya estrogen (karena defisiensi β karotin, P,Co, Kobalt dan berat badan yang rendah ).Apabila terdapat corpus luteum maka dapat diterapi denganPGF2α (prostaglandin) dan diikuti dengan pemberian GnRH(Gonadotropin Releasing Hormon).

 

5.      Torsio Uteri

Merupakan perputaran uterus pada porosnya, biasanya disebabkan oleh : gerakan sapi yang mendadak saat berbaring berdiri, kekurangan cairan fetus, terjatuh dan selalu dikandangkan, tonus uterus (kekuatan rahim) menurun, gerakan fetus yang berlebihan dan karena struktur anatomi (sebagai factor predisposisi/ pendukung). Gejala yang nampak adalah hewan terlihat tidak tenang, menendang-nendang perut, mengejan, pulsus dan frekuensi nafas meningkat, terjadi obstruksi suplai darah ke uterus yang berujung pada kematian fetus.Penanganan teknis yang bisa dilakukan diantaranya dengan penggulingan dengan atau tanpa fiksasi secara cepat ke arah yang berlawanan dengan arah torsi atau dengan operasi seksio sesaria.

 

6.      Corpus Luteum Presisten

Abnormalitas ini ditandai dengan tidak adanya aktivitas siklik dari ovaria, penyebabnya karena tidak cukupnya produksi gonadotropin atau karena ovaria tidak respon terhadap hormone gonadotropin. Secara perrektal pada sapi dara akan teraba kecil, rata dan halus, sedangkan kalau pada sapi tua ovaria akan teraba irreguler (tidak teratur) karena adanya korpus luteum yang regresi (melebur).

 

7.      Mastitis

Mastitis adalah penyakit radang ambing yang merupakan radang infeksi.Biasanya penyakit ini berlangsung secara akut, sub akut maupun kronis. Mastitis ditandai dengan peningkatan jumlah sel di dalam air susu, perubahan fisik maupun susunan air susu dan disertai atau tanpa disertai perubahan patologis atau kelenjarnya sendiri (Subronto, 2003). Di Indonesia, kasus mastitis masih banyak terjadi, terutama pada peternakan kecil yang kurang memperhatikan kondisi kandang maupun tingkat kebersihannya. Hal-hal yang meyebabkan kerugian begitu besar ini diantaranya karena produksi susu yang menurun, ongkos perawatan dan pengobatan, banyaknya air susu yang dibuang karena diafkir, serta kenaikan biaya penggantian sapi untuk kelangsungan produksi. Menurut faktor penyebabnya, mastitis dapat disebabkan oleh bakteri Streptococcus agalactiae, Str.dysgalactiae, Str.uberis, Str. zooepidemicus, dan Staphylococcus aureus, serta berbagai spesies lain yang juga bisa menyebabkan terjadinya mastitis walaupun dalam persentase kecil. Dilihat dari faktor penyebabnya yaitu bakteri, memang penggunaan antibiotik sangatlah tepat untuk pengobatan penyakit ini, terutama penicillin (Benzyl penicillin G, procain penicillin-G, ampicilin), cephalosporin, erythromycin, neomycin, novobiosin, oksitetrasiklin, dan streptomycin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s